Situasi di Timur Tengah kembali memanas setelah Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengeluarkan peringatan keras. Secara terang-terangan, Iran ancam serang kantor Google, Apple, Microsoft, dan belasan perusahaan teknologi raksasa Amerika Serikat lainnya yang beroperasi di kawasan tersebut.
Tuduhan serius dilayangkan oleh IRGC melalui media militer mereka, Sepah News. Sebanyak 18 perusahaan teknologi dituduh membantu militer AS dalam merencanakan serangan dan melacak target di tengah konflik yang sedang berlangsung.
Daftar Perusahaan Teknologi yang Menjadi Target
Tidak hanya perusahaan perangkat lunak, daftar target ini mencakup raksasa perangkat keras hingga kecerdasan buatan (AI). Beberapa nama besar yang masuk dalam daftar ancaman tersebut adalah:
- Apple, Microsoft, dan Google
- Meta (Facebook/Instagram), Nvidia, dan Tesla
- Intel, Cisco, IBM, dan Boeing
- G42 (Perusahaan AI asal Uni Emirat Arab)
Baca juga: Teknologi Nanolaser Komputer: Revolusi Chip Masa Depan yang Super Cepat
IRGC menyatakan bahwa serangan dijadwalkan mulai terjadi pada Rabu, 1 April 2026, pukul 20.00 waktu Teheran. Mereka mengklaim aksi ini sebagai balasan atas tindakan teror yang terjadi di Iran.
Imbauan Evakuasi bagi Karyawan dan Warga
Pihak Iran memberikan peringatan tegas agar para karyawan segera meninggalkan lokasi kerja mereka demi keselamatan. Tak hanya itu, warga yang berada dalam radius satu kilometer dari kantor atau aset perusahaan-perusahaan tersebut di seluruh Timur Tengah juga diminta segera mengungsi ke tempat aman.
Target utama dari ancaman ini adalah bangunan, properti, dan pusat data yang menjadi aset vital bagi perusahaan teknologi Amerika Serikat di wilayah tersebut.
Dampak Terhadap Investasi Teknologi di Timur Tengah
Ini bukanlah gertakan pertama dari Iran. Pada awal Maret 2026, serangan drone dilaporkan telah merusak pusat data milik Amazon di Uni Emirat Arab dan Bahrain.
Kondisi ini tentu mengancam ambisi negara-negara Timur Tengah, seperti Arab Saudi dan UEA, yang sedang gencar menarik investasi besar di bidang kecerdasan buatan (AI). Jika ancaman Iran ancam serang Google dan kawan-kawan ini terus berlanjut, para investor global kemungkinan besar akan menghitung ulang risiko keamanan operasional mereka di kawasan tersebut.
Konflik ini berpotensi menghambat perkembangan infrastruktur digital dan layanan cloud yang saat ini menjadi tulang punggung ekonomi modern di Timur Tengah.
Keamanan siber dan fisik infrastruktur teknologi kini menjadi perhatian utama dunia internasional. Mari kita pantau perkembangan situasi ini bersama-sama.
Sumber: kompas tekno


