RidgeAlloy, Ubah Sampah Logam Jadi Suku Cadang Mobil
Bayangkan jika rongsokan mobil tua tidak lagi menumpuk di tempat pembuangan, tetapi menjadi bahan utama kendaraan masa depan. Inilah terobosan terbaru bernama RidgeAlloy, sebuah inovasi yang mampu ubah sampah logam menjadi komponen berharga.
Dalam sepuluh tahun ke depan, dunia akan kebanjiran rongsokan aluminium dari bodi mobil bekas. Masalahnya, sebagian besar aluminium bekas ini mengandung banyak kotoran sehingga tidak aman jika digunakan kembali untuk membuat suku cadang mobil berkinerja tinggi.
Namun, para peneliti di Oak Ridge National Laboratory (ORNL) milik Departemen Energi AS (DOE) telah menemukan solusinya. Mereka menciptakan RidgeAlloy aluminium daur ulang, sebuah paduan logam baru yang memungkinkan sampah logam diubah menjadi komponen kendaraan yang kuat dan andal.
Mengapa Kita Butuh RidgeAlloy?
Aluminium adalah material yang sangat penting dalam teknologi energi modern. Namun, mendaur ulang mobil bekas memiliki tantangan besar:
- Masalah Kontaminasi: Saat mobil dihancurkan, aluminium sering tercampur dengan besi dari baut atau komponen lain. Campuran ini membuat logam menjadi lemah dan tidak bisa diprediksi.
- Penurunan Nilai: Akibatnya, aluminium bekas biasanya hanya didaur ulang menjadi barang bernilai rendah (seperti blok mesin sederhana) atau diekspor ke luar negeri.
- Ketergantungan Bahan Baru: Untuk membuat bagian bodi mobil yang kuat, pabrik masih harus menggunakan aluminium baru (primer) yang proses pembuatannya sangat boros energi.
Allen Haynes, direktur Program Light Metals di ORNL, menyebutkan bahwa timnya berhasil bergerak cepat dari sekadar konsep di atas kertas menjadi demonstrasi suku cadang nyata hanya dalam 15 bulan.
“Ini adalah kecepatan inovasi yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam pengembangan paduan struktural yang kompleks,” ujar Haynes.
Cara Kerja RidgeAlloy Aluminium Daur Ulang
Proses pembuatan RidgeAlloy ubah sampah logam pasca-konsumen dengan cara melelehkannya dan memformulasikan ulang agar memenuhi standar industri. Hasilnya adalah logam yang kuat, lentur (duktil), dan aman saat terjadi benturan.
Bca juga: Teknologi Kuantum Capai “Momen Transistor,” Tantangan Skala Besar
Untuk mencapai hal ini, para ilmuwan menggunakan teknologi canggih:
- Komputasi Tingkat Tinggi: Melakukan lebih dari dua juta perhitungan untuk menemukan resep campuran logam yang sempurna.
- Difraksi Neutron: Menggunakan alat khusus untuk melihat struktur bagian dalam logam tanpa merusaknya, guna memahami efek dari kotoran atau impuritas.
Keunggulan Utama RidgeAlloy
Amit Shyam, pemimpin Grup Desain dan Perilaku Paduan ORNL, menjelaskan dampak besar dari inovasi ini terhadap lingkungan:
- Hemat Energi Luar Biasa: Menggunakan rongsokan yang dilebur ulang dapat menghemat hingga 95% energi dibandingkan memproses aluminium baru dari bijih tambang.
- Kuat dan Tahan Karat: Meskipun terbuat dari daur ulang yang mengandung besi dan silikon, RidgeAlloy terbukti kuat, tahan korosi, dan fleksibel.
- Rantai Pasokan Domestik: Teknologi ini memungkinkan negara untuk memproses sampah logamnya sendiri menjadi barang bernilai tinggi, tanpa perlu mengekspornya atau mengimpor bahan baku baru.
Dari Laboratorium ke Dunia Nyata
Inovasi RidgeAlloy aluminium daur ulang bukan sekadar teori. Tim ORNL telah bekerja sama dengan mitra industri, seperti Trialco Aluminum di Chicago dan Falcon Lakeside Manufacturing di Michigan.
Mereka sukses mencetak suku cadang otomotif menggunakan metode high-pressure die-casting (pengecoran tekanan tinggi). Alex Plotkowski, pemimpin grup di ORNL, menyatakan bahwa keberhasilan mencetak suku cadang berukuran sedang ini adalah langkah awal menuju pencetakan komponen raksasa (giga-castings) di masa depan.
Masa Depan Daur Ulang
Pada awal tahun 2030-an, banyak kendaraan aluminium (seperti Ford F-150 keluaran lama) akan mencapai akhir masa pakainya. Diperkirakan akan ada 350.000 ton rongsokan aluminium setiap tahunnya.
Dengan RidgeAlloy, volume daur ulang ini bisa menggantikan setidaknya setengah dari produksi aluminium baru di AS. Selain untuk mobil, material ini juga berpotensi digunakan pada:
- Mesin industri dan pertanian.
- Kendaraan off-road dan sepeda motor.
- Kendaraan laut seperti jet ski.
Ini adalah terobosan besar yang mengubah cara kita memandang sampah logam, menjadikannya sumber daya berharga untuk masa depan yang lebih hijau dan efisien.
Referensi: https://scitechdaily.com/


